fbpx

5 Macam Olahraga untuk Bunda yang Masih Menyusui

Bentuk tubuh membesar, jarum timbangan semakin ke kanan sampai bentuk payudara terlihat tidak kencang saat sedang bercermin setelah melahirkan. Ingin berolahraga tapi takut ASI seret merupakan problematika yang tentu membuat tidak percaya diri. Apakah Bunda juga begitu?

Pasca proses persalinan banyak Bunda mengeluhkan perubahan bentuk tubuh dan berat badan yang memunculkan rasa tidak percaya diri. Memang betul, menyusui secara langsung memudahkan Bunda menurunkan berat badan, karena produksi ASI akan membakar kalori sebanyak 300-500 kalori per hari. Namun, menyusui saja tetap belum cukup untuk mengembalikan bentuk tubuh Bunda seperti sedia kala. Untuk membakar kelebihan berat badan selama masa kehamilan, Bunda tetap perlu melakukan olahraga secara teratur.

Akan tetapi, ternyata beberapa ibu justru menghindari aktivitas olahraga karena takut ASI menjadi seret sehingga si kecil kekurangan nutrisi. Apakah memang benar demikian? Studi menunjukkan bahwa olahraga dengan intensitas ringan sampai sedang cenderung aman dilakukan oleh ibu menyusui. Bahkan berolahraga ketika menyusui dapat menjaga kebugaran tubuh, melepas stress, menjaga mood tetap baik, bahkan membantu mengurangi risiko depresi pasca melahirkan. Justru tubuh yang bugar dengan mood yang baik dapat membuat produksi ASI semakin lancar dan deras. Olahraga seperti apa sih yang aman dilakukan oleh ibu menyusui?

Jalan santai

Jalan santai merupakan salah satu jenis olahraga yang paling aman dilakukan oleh Bunda menyusui, terutama setelah melahirkan meski dengan operasi caesar. Lakukan jalan santai selama 1 jam secara rutin setiap harinya di pagi atau sore hari. Bunda dapat menambah kecepatan berjalan jika sudah dilakukan dengan konsisten sehingga terbiasa. Jalan santai bermanfaat melancarkan aliran darah dan membuat suasana hati terasa lebih baik.

Peregangan

Meskipun terlihat remeh, ternyata olahraga peregangan penting dilakukan untuk mengembalikan kelenturan tubuh setelah sekian lama tidak berolahraga. Selain itu, olahraga ini dapat Bunda lakukan secara fleksibel, bahkan saat sedang menjaga si kecil.

Bunda bisa mencoba senam peregangan kurang lebih sebanyak sepuluh kali sehari. Setiap setengah jam, tarik napas dalam 2-3 kali. Kemudian duduk tegak dan putar bahu ke depan ke belakang bergantian sebanyak 20 kali. Setelah itu angkat tangan Bunda perlahan ke atas sampai merasakan otot perut tertarik dan tahan selama 5 detik, lalu lemaskan. Ulangi gerakan ini sebanyak 5-10 kali terutama bagi Bunda yang melahirkan dengan operasi caesar agar area di sekitar bekas jahitan menjadi lebih lentur. Sebaiknya lakukan gerakan peregangan ini setiap jam agar tubuh Bunda terasa lebih rileks walaupun memiliki aktivitas mengurus rumah dan si kecil yang sibuk.

Yoga

Olahraga yoga tergolong aman dilakukan oleh ibu menyusui. Yoga bermanfaat bagi ibu yang sedang menyusui, seperti mengurangi rasa nyeri pada payudara, menghilangkan stress, membuat tubuh terasa rileks, serta meningkatkan rasa percaya diri. Bunda dapat melakukannya di rumah dengan melihat video-video gerakan yoga yang tersedia banyak di internet, tanpa perlu mendaftar kelas yoga di luar rumah.

Renang

Bunda hanya boleh memilih olahraga renang ketika tubuh sudah benar-benar siap dan pulih setelah melahirkan. Sangat disarankan Bunda mulai berenang ketika si kecil sudah berumur 6 bulan ke atas. Berenang merupakan jenis olahraga yang dapat membakar kalori tubuh dengan cepat meski termasuk dalam golongan olahraga low impact. Sehingga, apabila dilakukan secara rutin dapat lebih cepat mengembalikan tubuh ke berat badan idealnya.

Menggendong bayi

Olahraga sambil mengurus bayi? Oh tentu saja bisa. Cukup dengan menggendong bayi setiap harinya, tanpa sadar kalori pada tubuh terbakar dengan cepat. Terlebih berat badan bayi bertambah setiap harinya sehingga melatih kekuatan otot tangan. Bunda dapat mengombinasikan gendong bayi sambil melakukan gerakan-gerakan senam, atau berjalan santai agar lemak yang terbakar semakin banyak.

Beberapa olahraga di atas merupakan macam-macam olahraga yang cenderung aman dilakukan oleh Bunda menyusui. Akan tetapi, perlu dipastikan bahwa kondisi tubuh benar-benar sudah siap untuk memulai berolahraga terutama jika Bunda baru saja melahirkan si kecil. Perlu diingat bahwa tujuan utama berolahraga adalah supaya tubuh menjadi lebih sehat dan fit, sehingga Bunda dapat lebih optimal menjalani hari dengan keadaan mood yang menyenangkan bagi Bunda dan si kecil. Jangan sampai olahraga justru membuat Bunda menjadi sakit.

Apabila Bunda melakukan proses persalinan dengan kondisi atau tindakan medis tertentu (contoh: operasi caesar), sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter kandungan sebelum memulai olahraga secara rutin. Melalui konsultasi Bunda dapat memastikan bahwa kondisi tubuh setelah persalinan sudah benar-benar pulih, dan dokter juga dapat memilihkan olahraga yang tepat sesuai dengan kondisi tubuh Bunda saat ini.

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn

Bebe Roosie tersedia di:

Foodhall