Warning: Undefined array key "options" in /home/u1822599/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/theme-builder/widgets/site-logo.php on line 194
Dampak Memelihara Hewan bagi Bayi, Baik atau Buruk?

Dampak Memelihara Hewan bagi Bayi, Baik atau Buruk?

memelihara hewan bagi bayi

Merawat bayi sembari memelihara hewan, dapat menambah beban pikiran bagi sebagian orang. Apakah keberadaan hewan dapat menjadi risiko bagi keamanan dan kebersihan bayi yang begitu rentan? Bagaimana dampaknya bagi tumbuh kembang anak di masa depan? Cari tahu, yuk!

Memelihara hewan dapat menciptakan suasana rumah yang hidup dan semarak. Lebih dari itu, ada pula yang menganggap hewan peliharaan sebagai bagian dari anggota keluarga yang perlu mendapat perhatian dan limpahan kasih sayang. Apabila Ayah dan Bunda termasuk dalam golongan pecinta hewan seperti ini, tentu tidak bisa begitu saja berpisah dengan hewan-hewan kesayangan.

Lantas, bagaimana jika seorang bayi mungil hadir di antara kalian? Tentu saja, buah hati tercinta akan menjadi prioritas utama. Tapi, apakah bayi yang masih rentan dapat hidup dengan harmonis bersama hewan?

Dalam hal ini, Ayah dan Bunda dapat bernapas lega. Faktanya, terdapat penelitian yang menyatakan bahwa risiko pilek, peradangan telinga, dan kebutuhan antibiotik, cenderung lebih kecil pada bayi yang terbiasa hidup bersama hewan peliharaan. Paparan dari berbagai kotoran, virus, atau bakteri dalam kadar yang tepat, justru mendukung daya tahan tubuh anak, dan turut mengurangi risiko infeksi, alergi, eksim, atau asma.

Meski masih dalam tataran penelitian dan membutuhkan penelusuran lebih lanjut, namun fakta tersebut dapat menjadi landasan agar Ayah dan Bunda tidak terlalu khawatir. Lagipula, memelihara hewan dapat memberi dampak positif bagi bayi dan tumbuh kembang anak di masa depan, antara lain:

memelihara hewan bagi bayi

  • Anak lebih sehat, dengan sistem kekebalan tubuh yang kuat.
  • Mencegah depresi dan stres, karena bermain, atau sekadar menyaksikan hewan peliharaan dapat meningkatkan kebahagiaan dan menjadi sarana relaksasi bagi anak dan keluarga.
  • Anak cenderung aktif bergerak, untuk bermain dan merawat hewan-hewan kesayangannya.
  • Sebagai sarana edukasi, yang memicu anak untuk lebih mengeksplorasi lingkungan dan makhluk hidup yang ada di sekitarnya.
  • Melatih kepekaan dan interaksi yang baik dengan lingkungan sosial, sehingga menjadi lebih patuh dan cenderung stabil secara emosional.

 

Baca Juga: Begini Cara dan Waktu yang Tepat Memandikan Bayi

 

Namun, Ayah dan Bunda juga perlu waspada dan tidak menutup mata terhadap berbagai potensi bahaya. Ada kemungkinan, hewan peliharaan juga dapat menyakiti anak apabila merasa takut atau terancam. Selain itu, terdapat pula risiko penyakit dari kutu, cacing, penularan kurap, hingga toksoplasmosis dari hewan.

Untuk menghindari segala risiko yang dapat berbahaya bagi anak, Ayah dan Bunda harus mengatur pola pemeliharaan hewan yang sehat dan tepat. Beberapa poin yang wajib Ayah dan Bunda lakukan, antara lain:

  • Pastikan bayi atau balita selalu dalam pengawasan, ketika merawat atau bermain bersama hewan peliharaan, karena ada kalanya antusiasme anak justru terasa sebagai ancaman bagi hewan, dan memancing reaksi yang tidak diinginkan.
  • Arahkan interaksi antara anak dan hewan peliharaan, agar anak tidak sampai meniru aktivitas dan perilaku hewan, serta menghindari paparan parasit dari air liur atau kotoran hewan yang berbahaya bagi kesehatan anak.
  • Ajari anak untuk menyayangi hewan, dengan cara yang baik dan benar, agar hewan peliharaan merasa nyaman, dan menjadi teman yang aman bagi anak.
  • Cermati reaksi alergi pada anak, dan berdamailah untuk tidak memelihara hewan yang memicu penyakit atau segala keluhan kesehatan pada anak.
  • Jaga kebersihan dan kesehatan hewan, dengan memberi vaksinasi, antikutu, membersihkan kandang, dan memandikan hewan peliharaan secara rutin.

Tidak begitu sulit, bukan? Lagipula, Ayah dan Bunda tentu sadar penuh dengan konsekuensi memelihara hewan dan telah siap menjamin segala kebutuhan, serta kesejahteraan mereka.

Hanya saja, sebelum mempertemukan antara bayi dan hewan kesayangan, Ayah dan Bunda perlu memastikan bahwa segala kebutuhan dapat tercukupi, mulai dari biaya pemeliharaan, tempat, kebutuhan harian, hingga pertimbangan dokter keluarga dan dokter hewan yang akan menjadi rujukan.

Dan, tenang saja, Ayah dan Bunda. Upaya yang cukup besar, akan sepadan dengan aneka dampak positif memelihara hewan, bagi tumbuh kembang anak di masa yang akan datang.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

Bebe Roosie tersedia di: