fbpx

5 Persiapan Penting untuk Suami Siaga Menuju Momen Persalinan

Meskipun laki-laki tidak merasakan proses kehamilan secara langsung, tapi bukan berarti tidak memiliki peran sama sekali. Justru peran Ayah sangat besar, terutama ketika proses persalinan semakin dekat. Menjadi suami siaga yang selalu berada di samping Bunda memang bukanlah tugas mudah, tapi keselamatan istri dan sang buah hati adalah yang utama.

Ayah memiliki peran yang sangat besar terutama menjelang persalinan. Namun ternyata tidak semua suami memahami perannya yang sangat penting. Bahkan beberapa justru kebingungan saat persalinan sudah tiba, karena tidak pernah dilibatkan sama sekali dalam proses kehamilan Bunda.

Istilah suami siaga artinya adalah Ayah wajib meningkatkan kewaspadaannya dikarenakan proses persalinan Bunda sudah semakin dekat, meski sibuk dengan segala macam pekerjaan di kantor. Agar tidak merasa kebingungan, berikut ini beberapa hal penting yang harus disiapkan oleh Ayah sebagai suami siaga menuju momen persalinan:

  1. Mencari tahu mengenai proses persalinan
    Para suami siaga sebaiknya mencari tahu mengenai hal-hal yang terkait dengan proses persalinan. Silakan Ayah bertanya kepada dokter kandungan atau membaca buku terkait yang dapat membantu. Sehingga, saat Bunda sudah muncul tanda-tanda melahirkan, atau mengalami keluhan tertentu, Ayah sudah tidak panik dan dapat dengan sigap membantu Bunda.
  2. Membantu persiapan persalinan
    Saat hamil besar, tentu aktivitas yang dapat dilakukan Bunda sudah semakin terbatas dan mudah lelah. Oleh karena itu, Ayah dapat membantu Bunda mempersiapkan segala hal yang diperlukan saat persalinan tiba, seperti pakaian, dokumen penting, perlengkapan si kecil, dan segala macam kebutuhan lainnya. Sangat disarankan agar Ayah membuat checklist terlebih dulu untuk memastikan tidak ada barang yang tertinggal. Hal ini penting dilakukan agar Ayah tidak kebingungan mencari perlengkapan yang dibutuhkan Bunda ketika proses persalinan berlangsung.
  3. Merencanakan rute perjalanan
    Selain mempersiapkan perlengkapan, merencanakan rute perjalanan menuju ke tempat persalinan juga tidak kalah penting. Ayah harus memperkirakan rute dengan waktu tempuh yang dibutuhkan dari rumah ke tempat persalinan untuk menghindari keterlambatan penanganan medis. Periksa segala macam kemungkinan jalur yang perlu dihindari selama jam-jam sibuk.
  4. Meningkatkan perhatian
    Sebagai suami siaga, penting meningkatkan perhatiannya kepada Bunda. Mendekati proses persalinan biasanya Bunda akan timbul berbagai macam pikiran dan ketakutan, terutama jika pengalaman persalinan yang pertama. Sebaiknya ajak bicara bicara Bunda untuk meredakan kekhawatirannya.
  5. Mempersiapkan fisik dan mental
    Persiapan fisik dan mental sangatlah penting bagi suami siaga. Ayah harus dapat tetap tenang meskipun keadaan sedang kacau. Selama proses persalinan tugas Ayah adalah menenangkan dan memberikan dukungan kepada Bunda. Apabila Ayah panik, hal ini justru akan ikut memengaruhi ketenangan mental Bunda yang akan menghambat proses persalinan. Selain itu, selepas persalinan Ayah harus ikut mengurus si kecil karena Bunda sedang dalam masa pemulihan. Sebaiknya konsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh, karena kondisi fisik Ayah sangatlah penting.

Selama 9 bulan Bunda mengalami proses kehamilan, bukan berarti Ayah tidak memiliki peran sama sekali. Peran Ayah sama besar dan pentingnya demi kelahiran sang buah hati. Sangat disarankan sering berkomunikasi dengan dokter kandungan untuk mengetahui kondisi kesehatan Bunda dan si kecil.

Selain itu, kerjasama antara Ayah dan Bunda harus semakin ditingkatkan, sehingga proses persalinan dapat berlangsung dengan lancar. Bunda pun dapat melahirkan dengan tenang karena ada Ayah yang bisa diandalkan di sampingnya.

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn

Bebe Roosie tersedia di:

Foodhall