fbpx

Tips Menjaga Kesehatan Saat Hamil Muda

Saat hamil muda, Bunda sebaiknya ekstra hati-hati menjaga kesehatan diri karena masih dalam kondisi sangat rentan dengan adanya kemungkinan mengalami keguguran. Oleh karena itu ada beberapa hal yang disarankan bagi Bunda agar tetap sehat dan kuat saat sedang hamil muda.

Awal kehamilan, atau biasa disebut dengan hamil muda, merupakan fase yang paling membingungkan karena terjadi berbagai macam perubahan dari segi fisik maupun psikis. Berbagai macam perubahan tersebut dipicu adanya perubahan hormon saat hamil. Namun, hormon saat hamil memiliki peran penting agar bayi dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dalam kandungan.

Selain itu, fase hamil muda merupakan fase paling rentan karena sebanyak 80% keguguran terjadi di trisemester pertama. Sehingga, Bunda harus sangat berhati-hati pada fase ini. Bunda sangat disarankan untuk selalu menjaga kesehatan agar janin sehat dan kuat.

Jadi, apa saja yang harus dilakukan Bunda untuk menjaga kesehatan di trisemester pertama ini?

Memerhatikan kebutuhan nutrisi

Tubuh Bunda bekerja dengan sangat ekstra saat sedang hamil. Hal ini membuat tubuh memerlukan banyak nutrisi tambahan untuk kesehatan Bunda dan janin. Perbanyak asupan makan makanan bergizi seperti protein, sayur dan buah, agar janin dapat berkembang optimal. Bunda juga dapat mengonsumsi vitamin-vitamin tambahan sehingga kebutuhan nutrisi tercukupi dengan baik.

Meringankan gejala morning sickness

Ibu hamil tentu sudah tidak asing lagi dengan morning sickness. Agar keluhan morning sickness berkurang, Bunda dapat mencoba konsumsi makanan dalam jumlah sedikit namun frekuensi lebih sering. Kemudian perbanyak konsumsi air mineral agar tubuh tidak mengalami dehidrasi. Apabila merasa sangat mual, Bunda juga dapat minum minuman jahe sehingga tubuh terasa hangat dan segar.

Menghindari asap rokok dan minuman alkohol

Asap rokok sebaiknya sangat dihindari oleh ibu hamil, karena mengandung nikotin yang berbahaya bagi Bunda dan janin. Terkena asap rokok dapat menyebabkan terjadinya keguguran, bayi terlahir prematur, dan plasenta bermasalah. Selain dilarang terkena asap rokok (atau disebut perokok pasif), Bunda juga sebaiknya menghindari menjadi perokok aktif selama masa kehamilan. Sebaiknya hindari juga minuman beralkohol karena dapat meningkatkan risiko bayi terlahir dengan berat badan rendah, adanya gangguan tumbuh kembang, serta menjadi hiperaktif.

Membatasi aktivitas berat

Saat hamil muda, tubuh membutuhkan energi tambahan sehingga menjadi mudah lelah, oleh karena itu Bunda perlu membatasi aktivitas harian. Sangat disarankan Bunda menghindari aktivitas-aktivitas berat saat hamil muda untuk menjaga tubuh tetap fit dan tidak kelelahan.

Mengendalikan kondisi emosional

Biasanya hamil muda menyebabkan kondisi emosional menjadi kurang stabil. Bunda dapat secara tiba-tiba merasa senang, sedih, semangat, hingga gelisah. Bahkan sering kali kondisi hamil dapat memicu stress yang diakibatkan oleh kekhawatiran berlebih tentang kondisi janin, kemampuan finansial, pengetahuan parenting, dan sebagainya. Adanya perubahan emosional dan kekhawatiran berlebih merupakan hal yang wajar terjadi. Segera komunikasikan dengan pasangan dan support system terdekat mengenai apa yang dirasakan. Apabila kondisi ini semakin intens dan parah, sebaiknya Bunda segera konsultasi dengan dokter kandungan atau psikolog.

Kehamilan muda merupakan fase kehamilan yang sangat rentan sehingga membutuhkan kondisi badan yang sehat dan perhatian ekstra. Berbagai macam keluhan yang muncul perlu disikapi dan dikonsultasikan dengan dokter kandungan agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Nikmati setiap proses selama kehamilan. Proses kehamilan ini tidak semata-mata tentang janin, tapi juga tentang persiapan sosok ibu yang juga akan lahir ke dunia.

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn