Tanpa Obat-obatan, Begini Cara Atasi Batuk & Pilek Pada Balita

Hari-hari yang ceria, seketika mendung ketika batuk pilek melanda anak tercinta. Dalam kondisi ini, Ayah dan Bunda tidak boleh gegabah memberi obat-obatan, ya. Untuk meredakan ketidaknyamanan, lebih baik atasi batuk pilek Si Kecil dengan langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan di rumah. Yuk!

Batuk pilek kerap terjadi pada balita, karena daya tahan tubuh mereka yang belum sempurna. Meski tidak berdampak serius, namun tetap saja kesehatan anak menjadi fokus utama bagi para orang tua. Ada kesedihan tersendiri apabila anak merasa tidak nyaman, batuk sepanjang hari, ingus terus mengalir, bahkan tampak lesu dan tidak ceria seperti biasa.

Namun, sebelum berkonsultasi dengan dokter, Ayah dan Bunda tidak boleh senewen atau gegabah memberi obat batuk pilek yang dijual bebas, ya. Terlebih, pemberian obat batuk pilek pada anak di bawah 2 tahun, dapat memberi efek samping yang cukup serius dan membahayakan nyawa.

Terasa berlebihan? Tidak juga.

Karena, berdasarkan penuturan dr. Arifianto, Sp.A, atau yang populer di kalangan masyarakat dengan panggilan Dokter Apin, tidak dianjurkan memberi obat batuk pilek kepada bayi, karena umumnya terdapat kandungan yang kurang efektif, antara lain:

  1. Antitusif, yang berperan menahan reflek batuk. Dampaknya, anak hanya terlihat sembuh, namun justru tidak membaik dan dalam kondisi berbahaya, karena dahak atau lendir berisi virus tidak bisa keluar dari saluran napas.
  2. Antihistamin, untuk menekan reaksi alergi, sehingga dapat meredakan bersin dan mengurangi aliran ingus. Padahal, alih-alih menyembuhkan, kandungan ini justru membuat anak semakin tidak nyaman, karena dapat berdampak pada mulut kering dan pengentalan ingus. Di sisi lain, sering kali batuk pilek terjadi bukan karena alergi, melainkan infeksi virus.
  3. Ekspektoran, yang berfungsi mengencerkan dahak, namun belum terbukti dapat mengatasi batuk pada bayi dan sejumlah penelitian menunjukkan kegagalan menangani batuk pada orang dewasa.
  4. Dekongestan, yang konon dapat melegakan hidung tersumbat, ternyata justru berpotensi bahaya. Terdapat efek samping berupa penyempitan pembuluh darah, yang dapat berimplikasi pada sakit kepala hingga peningkatan tekanan darah.

Selain empat kandungan di atas, hindari pula pemberian antibiotik, karena batuk pilek pada anak umumnya terjadi karena infeksi virus, dan bukan bakteri.

Jadi, apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi batuk pilek pada Si Kecil?

Dalam hal ini, ada beberapa upaya sederhana untuk meredakan gejala batuk pilek pada anak yang bisa Ayah dan Bunda lakukan di rumah, antara lain:

  • Memastikan si kecil cukup beristirahat. Jika perlu, kondisikan kamar anak agar ia dapat tidur lebih nyenyak dan berkualitas.
  • Saat berbaring, posisikan kepala anak lebih tinggi dari tubuh, agar hidung tidak tersumbat dan ia dapat bernapas lebih lega.
  • Konsumsi cukup cairan untuk mencegah dehidrasi, seperti air putih, jus buah hangat, atau ASI, sesuai usia anak.
  • Berikan campuran madu dan air perasan lemon, untuk anak di atas 1 tahun.
  • Mengoleskan balsam khusus balita, di area leher, dada, dan punggung.
  • Gunakan humidifier atau alat pelembab udara dengan penyegar berupa minyak esensial seperti menthol atau chamomile.
  • Jaga kebersihan udara dengan mengepel lantai dan memastikan sirkulasi udara berjalan lancar.
  • Berikan teh hangat, apabila anak telah berusia di atas usia 6 bulan.
  • Bersihkan hidung anak dengan tisu yang dibasahi air hangat, jika ada lendir yang menggumpal atau mengering.
  • Oleskan petroleum jelly di area luar lubang hidung anak, agar tidak iritasi akibat terus-menerus terseka.
  • Jaga kehangatan tubuh anak, dengan mengoleskan Bebe Roosie Telon Cream ang telah diformulasikan khusus untuk kulit balita, sekaligus dapat mencegah gigitan nyamuk dan serangga.

Apabila upaya di atas tidak membuahkan hasil, serta Ayah dan Bunda merasa sangat khawatir, ada baiknya segera mengajak Si Kecil untuk memeriksakan diri ke dokter. Dengan demikian, Ayah dan Bunda bisa mendapatkan diagnosis yang akurat dan saran yang tepat.

Selain itu, Ayah dan Bunda juga wajib segera berkonsultasi dengan dokter pada beberapa kondisi, seperti:

  • Batuk pilek terjadi pada bayi berusia kurang dari 3 bulan.
  • Batuk pilek tidak membaik hingga 10 hari, disertai demam tinggi, dengan suhu lebih dari 38 derajat Celcius.
  • Sesak napas
  • Dahak atau ingus berwarna kuning kehijauan.
  • Anak menolak makan atau menyusu, sehingga kekurangan asupan nutrisi harian.
  • Muncul gejala lain yang lebih serius.

Dan, yang menjadi poin penting, Ayah dan Bunda harus tetap saling mendukung, ya. Karena, ketika anak sedang sakit, ia akan membutuhkan perhatian dan kasih sayang yang utuh dari orang-orang terdekatnya.

Semoga lekas sembuh, malaikat kesayangan Ayah dan Bunda!

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email