fbpx

Ketahui Alasan dan Cara Tepat Mengatasi Bingung Puting

Bingung puting adalah salah satu kendala yang bisa Bunda temui ketika sedang menyusui si kecil. Proses menyusui yang seharusnya menyenangkan dan nyaman malah berubah menjadi mengkhawatirkan akibat si kecil menangis terus menerus. Jadi, apa penyebab dan bagaimana cara mengatasi bingung puting?

Ternyata penggunaan botol susu yang terlalu dini kepada bayi menyebabkan si kecil kemungkinan besar mengalami bingung puting. Hal tersebut dikarenakan saat minum air susu ibu (ASI) langsung dari payudara Bunda, si kecil perlu bekerja keras menggerakkan 40 otot wajahnya. Berbeda jika mengisap ASI menggunakan botol susu atau dot, bayi tidak memerlukan usaha keras untuk mengisapnya. Si kecil hanya membutuhkan sedikit tekanan dan usaha, kemudian ASI sudah keluar melalui dot. Saat si kecil sudah terbiasa dengan kemudahan minum ASI menggunakan botol susu, maka dia akan kebingungan dan merasa kesusahan jika harus menyusu secara langsung lewat payudara Bunda.

Beberapa tanda bayi mengalami bingung puting, antara lain:

  • Bayi tidak mau menyusu dari payudara Bunda.
  • Apabila menyusu langsung dari payudara, mulut bayi akan menguncup seperti minum dari dot.
  • Waktu menyusu, bayi tidak betah terlalu lama sehingga sebentar-sebentar terlepas isapannya.
  • Bayi menjadi marah dan uring-uringan akibat ASI Bunda tidak langsung keluar, karena dia memerlukan waktu 1-2 menit hingga ASI keluar.

Apabila tidak segera diatasi bingung puting dapat menyebabkan puting ibu lecet hingga berdarah karena perlekatan antara mulut bayi dan puting yang tidak tepat, serta produksi ASI menurun. Tidak hanya itu, bingung puting juga beresiko bagi bayi karena menyebabkan kurangnya asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh.

Jika si kecil sedang mengalami kesulitan menyusui akibat bingung puting, berikut ini beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk mengatasinya:

Cari informasi seputar ASI sebanyak-banyaknya

Sebelum si kecil terkena bingung puting, alangkah lebih baiknya jika Bunda dapat mencegahnya. Sebaiknya Bunda belajar dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai ASI ketika hamil. Sehingga, perasaan takut yang berlebih mengenai jumlah ASI yang sedikit tidak akan muncul. Adanya perasaan takut dan cemas yang terlalu berlebihan justru menyebabkan ASI menjadi sedikit atau bahkan tidak keluar setelah melahirkan. Jika ASI tidak keluar menyebabkan bayi harus mengonsumsi susu formula dari botol susu atau dot, yang menjadi penyebab utama terjadinya bingung puting.

Skin-to-skin saat menyusui

Menyusui secara skin-to-skin artinya kulit Bunda dan bayi saling bersentuhan selama proses menyusui berlangsung. Cara ini membuat si kecil menjadi lebih nyaman, hangat, dan memperkuat bonding dengan Bunda, sehingga memberikan dorongan kepada bayi untuk menikmati proses menyusu. Apabila rutin dilakukan, maka bingung puting yang dialami si kecil dapat teratasi dengan baik.

Cari posisi menyusui bayi dengan tepat

Salah satu penyebab terjadinya bingung puting karena posisi menyusui yang kurang tepat. Bunda dapat mencoba berbagai macam posisi menyusui sampai menemukan posisi yang terasa paling nyaman. Posisi menyusui yang tepat dapat memudahkan si kecil menghisap ASI karena perlekatan mulut bayi ke payudara Bunda sudah benar.

Hentikan penggunaan empeng/dot

Biasanya penyebab terbesar bingung puting adalah penggunaan empeng atau dot yang terlalu dini. Empeng dan dot didesain dengan bentuk dan tekstur yang menyerupai puting susu. Jika Bunda memberikan ASIP kepada si kecil, gunakan sendok atau gelas khusus laktasi (cup feeder) terlebih dulu. Empeng atau dot hanya boleh dikenalkan jika bayi sudah mengenali dan terbiasa dengan puting susu milik Bunda.

Susui bayi sebelum dia merasa lapar

Apabila selama ini Bunda hanya menyusui si kecil saat ia sudah merasa lapar hingga menangis, maka sebaiknya ubah kebiasaan tersebut. Jika bayi sedang mengalami bingung puting, keadaan lapar akan membuatnya semakin rewel, bingung sampai menangis kencang, sehingga membuat suasana menyusui secara langsung tidak kondusif untuk dilakukan. Belum lagi jika Bunda merasa tidak tega dengan si kecil yang sedang menangis kencang, dan akhirnya kembali memilih menggunakan botol susu. Sangat disarankan membuat jadwal tetap untuk menyusui. Newborn baby perlu disusui setiap 1-2 jam sekali. Pasang alarm jika diperlukan dalam memantau jam menyusui si kecil.

Bunda tidak perlu khawatir jika si kecil terkena bingung puting. Bagian terberat dari bingung puting adalah mendengar dan melihat si kecil menangis kencang karena kesulitan menyusui secara langsung. Namun Bunda harus tetap menguatkan hati sambil menerapkan cara-cara di atas agar si kecil dapat sembuh dan kembali menyusui secara langsung.

Akan tetapi, jika si kecil tidak mau menyusu sampai selama 2 hari, baik dari payudara atau botol, segera konsultasikan dengan dokter anak dan dokter laktasi agar mendapatkan penanganan secara tepat.

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn

Bebe Roosie tersedia di:

Foodhall