Warning: Undefined array key "options" in /home/u1822599/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/theme-builder/widgets/site-logo.php on line 194
Daftar Imunisasi Dasar dan Lanjutan yang Penting untuk Anak

Daftar Imunisasi Dasar dan Lanjutan yang Penting untuk Anak

Pemberian vaksin menjadi salah satu upaya krusial agar anak tumbuh sehat dan tangguh menghadapi berbagai penyakit. Nah, apakah Ayah dan Bunda sudah melengkapi imunisasi dasar dan lanjutan untuk sang buah hati tercinta? Yuk, cermati setiap jenis vaksin dan tepati setiap jadwal imunisasi yang penting untuk balita!

Memiliki anak yang sehat merupakan sumber kebahagiaan yang mendasar bagi Ayah dan Bunda. Namun, untuk mewujudkannya memerlukan ikhtiar yang maksimal. Ayah dan Bunda harus menyediakan asupan yang bergizi, lingkungan yang bersih, membiasakan pola hidup sehat, dan yang tidak kalah penting, yaitu imunisasi rutin lengkap sejak bayi.

Kendati menimbulkan kekhawatiran karena potensi terjadinya KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi), setiap orang tua wajib mengenal dan memahami tujuan, serta urgensi pemberian vaksin kepada anak. Mengapa imunisasi begitu penting? Apa saja imunisasi dasar dan lanjutan yang harus Bunda lakukan dan kapan jadwal pemberian vaksinnya? Mari kita cermati bersama.

Imunisasi adalah proses pemberian vaksin melalui injeksi (suntikan) atau oral (tetes mulut) untuk merangsang sistem kekebalan tubuh, agar seseorang dapat imun (kebal) terhadap suatu penyakit.

Meski bayi baru lahir masih memiliki antibodi alami dari dalam kandungan ibu, kekebalan pasif ini hanya dapat bertahan dalam hitungan minggu atau bulan. Setelahnya, bayi lebih rentan terserang beragam penyakit, sehingga imunisasi memerlukan untuk membentuk antibodi dalam kadar tertentu.

Yang perlu Bunda cermati, terdapat berbagai jenis vaksin dan jadwal imunisasi. Pemberian suatu jenis vaksin dapat menyesuaikan dengan penyakit yang hendak dicegah. Dan, setiap jenis vaksin harus diberikan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Sejak konsep imunisasi dasar lengkap berubah menjadi imunisasi rutin lengkap, kini imunisasi di Indonesia terdiri dari: imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan. Berikut ini daftar imunisasi rutin lengkap, berdasarkan jadwal pemberiannya:

  1. Imunisasi Dasar

  • Usia 0 bulan: 1 dosis hepatitis B

Vaksin ini diberikan untuk mencegah infeksi hati serius akibat virus hepatitis B. Sekitar 12 jam setelah bayi lahir, vaksin hepatitis B diberikan 30 menit setelah suntik vitamin K. Vaksin diberikan kembali ketika bayi berusia 2, 3, dan 4 bulan.

  • Usia 1 bulan: 1 dosis BCG dan polio

Untuk menghindari penyakit polio yang disebabkan oleh virus, imunisasi polio dilakukan satu kali dalam bulan pertama kehidupan bayi, lalu selanjutnya diberikan saat usia 2, 3, dan 4 bulan. Sebagai booster atau penguatan, dapat dilakukan imunisasi polio kembali pada usia 18 bulan.

Sementara itu, imunisasi BCG dilakukan untuk mencegah perkembangan tuberkulosis (TB), agar tidak sampai menjadi penyakit serius seperti meningitis TB. Vaksin ini diberikan satu kali, dalam rentang usia 0—2 bulan. Jika vaksin BCG belum diberikan hingga usia 3 bulan atau lebih, dokter perlu melakukan uji tuberculin atau tes Mantoux, untuk memeriksa kemungkinan terjadinya infeksi TB..

  • Usia 2 bulan: 1 dosis DPT, hepatitis B, HiB, dan polio

Vaksin gabungan untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus (DPT) ini diberikan tiga kali, pada usia 2, 3, dan 4 bulan. Selanjutnya, penguatan dilakukan pada usia 18 bulan dan 5 tahun, kemudian vaksin lanjutan pada rentang usia 10—12 tahun, dan 18 tahun.

Lalu, vaksin HiB diberikan untuk mencegah infeksi bakteri Haemophilus influenza tipe B. Vaksin ini diberikan 4 kali, di usia 2, 3, 4 bulan dan pada rentang usia 15—18 bulan.

  • Usia 3 bulan: 1 dosis DPT, hepatitis B, HiB, dan polio
  • Usia 4 bulan: 1 dosis DPT, hepatitis B, HiB, dan polio
  • Usia 9 bulan: 1 dosis campak/MR/MMR

Di usia 9 bulan, imunisasi campak diberikan untuk mencegah penyakit campak, lalu dilakukan penguatan pada usia 18 bulan. Namun, jika sudah dilakukan vaksin MR/MMR, tidak diperlukan vaksin campak kedua, karena MMR telah mencakup pencegahan campak, gondongan, dan rubella (campak Jerman).

  1.  Imunisasi Lanjutan

  • Usia 18-24 bulan: 1 dosis DPT, hepatitis B, HiB, dan campak/MR
  • Usia 6—7 tahun: 1 dosis campak dan DT
  • Usia 7—11 tahun: 1 dosis Td

Selain imunisasi yang termasuk dalam program imunisasi nasional dari Kementrian Kesehatan, ada pula sederet vaksin yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), yaitu: PCV, rotavirus, influenza, tifus, hepatitis A, varisela, HPV, Japanese encephalitis, dan dengue.

Nah, coba cek kembali, apakah Ayah dan Bunda telah melengkapi imunisasi penting untuk anak? Apabila ada yang terlewat, segera konsultasikan dengan dokter anak atau kunjungi bagian Kesehatan Ibu dan Anak di pusat layanan kesehatan terdekat, ya.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

Bebe Roosie tersedia di: