Agar Anak Cerdas, Penuhi 6 Hal Ini Pada Waktunya!

Membentuk kecerdasan anak bukan perihal yang instan. Dalam setiap tahapan tumbuh kembang, perlu kerja sama antara anak dan orang tua. Ada beberapa kebutuhan khusus yang harus terpenuhi pada masa-masa krusial, sehingga Ayah dan Bunda harus mencurahkan waktu dan perhatian, demi kecerdasan anak tersayang.

Kecerdasan anak bukan hanya perkara genetika atau fasilitas bintang lima. Ada upaya yang perlu dilakukan, proses yang harus dilalui, dan kebutuhan yang mesti terpenuhi. Seluruhnya, memiliki waktu dan masa-masa emas yang tidak boleh terlewatkan oleh Ayah dan Bunda.

Maka, jangan menunggu atau sibuk dengan rutinitas yang seolah tak bisa diganggu. Setiap detik kebersamaan keluarga sangat berharga dan tidak dapat terulang begitu saja. Dampingi anak dalam setiap tahapan tumbuh kembang, curahkan kasih sayang, dan lakukan segala upaya demi mengoptimalkan kecerdasan mereka.

Karena, masa depan anak terbentuk dari sekarang, oleh setiap detail yang Ayah dan Bunda perjuangkan. Termasuk pula, beragam ekspektasi yang Ayah dan Bunda miliki.

Hati-hati, jangan sampai salah fokus!

Selalu ingat, bahwa masing-masing individu terlahir unik dan istimewa. Kecerdasan anak berbeda-beda, sehingga tidak perlu terjebak oleh lingkup akademis dan eksakta. Ayah dan Bunda juga tidak perlu terobsesi untuk menyuruh anak mengikuti beragam les yang tidak mereka sukai. Yang terpenting, optimalkan segala kecerdasan yang menjadi fitrah anak, dengan memenuhi 6 hal, berikut ini:

  1. ASI eksklusif

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa pemberian ASI eksklusif, akan berdampak positif terhadap perkembangan dan kinerja otak bayi, sehingga dapat meminimalisir risiko terjadinya kesulitan belajar dan masalah perilaku di kemudian hari. Karena itu, apabila Ayah dan Bunda menginginkan si kecil tumbuh sehat dan cerdas, kerahkan segala upaya untuk memberikan ASI eksklusif pada usia 0—6 bulan, dengan kerjasama yang baik di antara kedua orang tua. Cukupi segala nutrisi penting bagi Bunda yang tengah menyusui, dan ada baiknya Ayah juga selalu memastikan bahwa Bunda merasa nyaman dan bahagia, untuk dapat terus memberikan ASI hingga masa penyapihan di usia 2 tahun.

  1. Waktu kebersamaan

Jalani kebersamaan secara sadar dan utuh, tanpa pikiran yang terdistraksi atau gangguan notifikasi. Karena, berdasarkan penelitian, berbagai kegiatan yang membentuk ikatan emosial dengan orang tua, juga dapat menjadi stimulasi kecerdasan dan meningkatkan IQ anak. Cukup dengan aktivitas sederhana ketika makan, menyusui, bermain, atau mengganti baju, Ayah dan Bunda dapat mengajarkan berbagai hal baru bagi anak, seperti bahan makanan, bentuk, warna, atau bagian-bagian tubuh.

  1. Makanan dengan gizi seimbang

Kesehatan tubuh dan otak menjadi basis utama bagi kecerdasan manusia. Maka, cermati asupan harian anak, karena berbagai nutrisi esensial dari makanan, akan berpengaruh terhadap kemampuan nalar, memori, konsentrasi, dan ketahanan anak dalam belajar dan bereksplorasi. Sediakan makanan dengan gizi seimbang yang mendukung perkembangan dan fungsi otak, seperti salmon, tuna, biji-bijian, buah-buahan, sayuran hijau, telur, dan berbagai produk olahan susu.

  1. Stimulasi yang cukup

Bagi anak usia dini, bermain menjadi sarana belajar, begitu pula sebaliknya. Maka, Ayah dan Bunda harus membantu anak untuk mengembangkan kecerdasan mereka dengan stimulasi yang tepat, seperti:

  • Menyediakan mainan yang aman, sesuai dengan usia, minat, dan kemampuan anak. Pastikan Ayah dan Bunda juga mengetahui tujuan dan arah stimulasi setiap permainan yang diberikan.
  • Membacakan buku sejak bayi, dan memilih jenis buku berdasarkan cerita dan bahan yang sesuai dengan usia anak.
  • Melakukan permainan yang interaktif dengan anak.
  • Memberi pertanyaan dan membangun percakapan dengan anak tentang situasi di lingkungan sekitar, seperti suara, warna, benda, atau komponen alam.
  1. Komunikasi intensif

Bangun suasana yang hangat dan terbuka dalam keluarga. Pastikan komunikasi berjalan lancar, dengan percakapan yang baik dan menyenangkan. Ajak anak berbicara sedari dalam kandungan, untuk memberi stimulasi sejak dini. Atur intonasi, kontak mata, dan kata-kata, karena pola komunikasi dengan orang tua akan sangat berpengaruh terhadap kecerdasan mental dan intelektual anak. Komunikasi yang intensif, juga akan meningkatkan kemampuan verbal, interpersonal, nalar, serta membaca dan menulis yang menjadi modal bagi pembelajar mandiri di masa depan.

  1. Bersosialisasi dan mengenal lingkungan sekitar

Perluas cakrawala anak dengan mengajaknya beraktivitas di luar rumah, seperti taman kota, pusat perbelanjaan, museum, kebun binatang, atau mengunjungi sanak saudara. Bantu anak untuk mendapatkan jawaban atas berbagai pertanyaan dan rasa ingin tahu mereka. Dengan demikian, otak anak akan terstimulasi untuk berpikir dan mencerna hal-hal baru.

Nah, tidak sulit, bukan? Pada prinsipnya, untuk membuat anak menjadi lebih cerdas, Ayah dan Bunda hanya perlu mengikuti naluri sebagai orang tua untuk hadir dan terus membersamai mereka.

Hanya saja, apabila Ayah dan Bunda menemukan kejanggalan pada anak dalam proses belajar, seperti sulit untuk fokus, kecanduan gawai, atau tidak memiliki minat dalam bidang apapun, ada baiknya berkonsultasi dengan psikolog atau dokter anak untuk mendapatkan saran dan rekomendasi solusi yang tepat sasaran.

Happy parenting!

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email