Yuk, Main di Luar! Inilah 10 Manfaat Mengenalkan Alam Pada Anak

Ayah dan Bunda tidak perlu merasa khawatir membawa balita ke luar rumah. Biarkan anak berkenalan dengan alam sejak usia dini dan dukung mereka bereksplorasi. Yang terpenting, berikan proteksi terbaik untuk menunjang keamanan dan kenyamanan anak. Apa saja yang harus dipersiapkan? Yuk, simak!    

Alam sekitar menyajikan stimulus berupa visual, suara, bau, serta tekstur yang dapat merangsang perkembangan sensorik dan motorik anak. Di sisi lain, alam juga menyimpan potensi bahaya yang membuat sebagian orang tua merasa khawatir untuk membawa anak-anak mereka main di luar rumah.

Namun, bukankah sayang sekali apabila segala kemewahan alam harus terlewatkan begitu saja oleh Ayah dan Bunda? Lagipula, efek positif mengenalkan alam pada anak jauh lebih besar daripada dampak negatifnya, lho. Tidak percaya? Mari kita telaah bersama-sama.

Berikut ini 10 manfaat mengenalkan alam pada anak sejak usia dini:

  1. Mengenali asal-muasal kehidupan, dengan merasakan fitrah dirinya sebagai bagian dari alam semesta, serta makhluk ciptaan Tuhan.
  2. Merangsang sensorik dan motorik, melalui kegiatan eksplorasi pada berbagai bentang alam dengan stimulus yang dapat mengaktifkan indera penglihatan, pendengaran, penciuman, dan sentuhan, seperti angin, air, tanaman, tanah, hewan, interaksi sosial, dan sebagainya.
  3. Mengembangkan rasa ingin tahu, karena melihat variasi bentuk, suara, warna, makhluk, dan segala komponen alam yang berbeda-beda, sehingga memicu proses berpikir dan pencarian informasi.
  4. Meningkatkan kepercayaan diri, dengan memilih kegiatan yang mereka sukai, bereksplorasi secara mandiri, dan mengekspresikan diri melalui beragam media yang tersedia di alam sekitar.
  5. Melatih kemampuan sosialisasi, melalui kegiatan bermain dengan teman sebaya, mengamati proses interaksi sosial, dan merespon pembicaraan.
  6. Memperbaiki interaksi dalam keluarga, karena keindahan alam dapat membuat Ayah dan Bunda merasa lebih rileks, melepas penat, serta sejenak mengesampingkan pekerjaan, sehingga dapat menjadi kesempatan emas untuk berbincang, bermain, dan bersenang-senang dengan anak, sekaligus membangun komunikasi yang harmonis dalam keluarga.
  7. Merangsang kreativitas, dengan memanfaatkan berbagai media dan komponen alam sebagai sarana bermain. Misalnya, membangun istana pasir, membuat mobil-mobilan dari batang pisang, atau membuat mahkota dari daun-daun kering.
  8. Meningkatkan kesehatan fisik dan mental, karena terpacu untuk bergerak, menghirup udara segar, menyaksikan keindahan alam, serta berinteraksi dengan orang lain, yang dapat membuat anak merasa lebih hidup dan bahagia.
  9. Melatih kepekaan terhadap ekosistem, dengan mengenali hubungan timbal-balik seluruh makhluk hidup dan komponen alam, sehingga lebih peka untuk menjaga dan melestarikan keseimbangan lingkungan.
  10. Meraih kebijaksanaan diri, melalui perenungan pribadi dan proses berpikir yang mendalam, setelah merasakan atmosfer alam secara langsung.

Bagaimana? Begitu besar manfaat mengenalkan alam pada anak, bukan?

Apabila Ayah dan Bunda masih mengkhawatirkan potensi bahaya ketika bermain di luar rumah, Ayah dan Bunda dapat melakukan tindakan antisipatif untuk meminimalisir risikonya. Pilih waktu yang tepat, siapkan perlengkapan, dan curahkan perhatian dengan penuh kesadaran. Berdasarkan faktor-faktor lingkungan dapat berdampak negatif bagi anak, berikut ini upaya yang dapat Ayah dan Bunda lakukan:

  • Orang asing: curahkan perhatian dan pengawasan secara utuh, serta dampingi anak ketika berinteraksi dengan orang baru.
  • Panas matahari: pakaikan anak celana panjang dan kemeja panjang berbahan ringan yang lembut di kulit, nyaman, dan menyerap keringat. Gunakan topi jika diperlukan, serta oleskan tabir surya yang diformulasikan khusus untuk bayi atau balita. Hindari pula kegiatan outdoor ketika intensitas sinar matahari sedang tinggi di jam 10.00—14.00 atau pilih tempat yang teduh dan terlindung dari radiasi UV.
  • Dingin dan lembab: pakaikan anak beberapa lapis pakaian tipis atau jaket yang hangat. Lengkapi dengan topi, sarung tangan, dan kaus kaki hangat jika perlukan. Selain itu, siapkan payung untuk berjaga-jaga ketika hujan.
  • Lalu-lintas orang dan kendaraan: berikan pengawasan maksimal apabila anak bermain di tempat yang ramai. Beri pengertian pada anak untuk menjauhi jalan umum atau tutup akses jika memungkinkan.
  • Virus dan bakteri: terkena paparan bakteri atau virus justru dapat melatih imunitas tubuh anak. Yang terpenting, mandikan anak dan cuci bajunya dengan bersih setelah usai bermain. Berikan pula asupan yang bergizi, sehingga tubuh anak semakin tangguh menghadapi sumber penyakit.
  • Tanaman beracun: bantu dan dampingi anak mengenali jenis-jenis tanaman yang aman untuk disentuh atau dikonsumsi, sembari belajar tentang dunia botani.

Bebe Repellent Bugs Repellent

  • Gigitan serangga: berbagai serangga di alam, seperti lebah, kutu, nyamuk, dan semacamnya, sering kali menggigit dan menyebabkan reaksi alergi pada kulit anak. Untuk melindungi kulit si kecil dari gigitan serangga, oleskan krim perawatan anti serangga yang aman bagi kulit bayi dan balita dengan bahan aktif lavender dan sereh wangi, seperti Bebe Roosie Bugs Repellent yang juga dapat melembabkan kulit bayi karena kandungan aloe vera dan minyak zaitun di dalamnya.

Nah, jika bahaya dapat diantisipasi dan manfaat mengenalkan alam pada anak begitu besar, tunggu apa lagi. Yuk, ajak anak main di luar!

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email