fbpx

Tips Memulai MPASI Pertama pada Si Kecil

Memasuki usia 6 bulan, si kecil sudah mulai mengonsumsi makanan pertamanya berupa MPASI. Biasanya fase MPASI membuat Bunda merasa senang dan khawatir mengenai berbagai macam persiapannya. Terdapat beberapa tips untuk Bunda sehingga dapat memulai MPASI berjalan dengan lancar dan efektif.

Selain itu, biasanya ketika memasuki masa pemberian MPASI akan muncul pertanyaan, “Bagaimana jadwal makan bayi usia 6 bulan?” atau “Makanan apa saja yang bisa diberikan kepada bayi?” atau bisa juga pertanyaan “Kapan si kecil makan MPASI dan kapan si kecil minum ASI?”. Agar Bunda tidak semakin pusing, inilah beberapa tips memulai MPASI pertama pada si kecil:

Rancang jadwal konsumsi MPASI dan ASI

Saat mulai MPASI biasanya Bunda bingung menentukan pembagian waktu konsumsi MPASI dan ASI. Oleh karena itu, untuk menghindari kebingungan disarankan Bunda membuat jadwal makan si kecil. Berikut ini contoh yang dapat Bunda jadikan panduan:

05.30-06.00: minum ASI sebelum makan sampai si kecil merasa cukup.
08.00-08.30: MPASI dengan takaran 2-3 sendok makan.
10.30-13.00: minum ASI. Bunda dapat memberikan ASI sesuai keinginan si kecil sampai batas waktu yang telah ditentukan.
15.00-15.30: pemberian MPASI yang kedua dengan takaran yang sama di pagi hari, yaitu 2-3 sendok makan.
17.30-seterusnya: minum ASI. Bunda dapat memberikan ASI sesuai keinginan si kecil sampai esok hari.

Perkenalkan aneka macam rasa

Sebaiknya hindari memberikan makanan dengan rasa hambar pada bayi. Tidak ada salahnya mengenalkan rasa kepada si kecil, asalkan tidak dalam jumlah yang berlebihan. Hal ini bertujuan agar lidah si kecil mengenal dan terbiasa dengan banyak rasa pada makanan.

Perhatikan tekstur dan konsistensi makanan

Ketika si kecil baru memulai MPASI, disarankan agar Bunda memberikan makanan dengan konsistensi yang tidak padat. Hal ini menghindari si kecil agar tidak tersedak karena kemampuan mengunyahnya yang belum sempurna. Sebagai awal, tekstur dan konsistensi makanan bayi cenderung cair dengan perbandingan cairan (bisa menggunakan ASIP atau air) yang lebih banyak.

Variasi menu

Hindari pemberian menu MPASI yang itu-itu saja. Bunda dapat sesekali mengganti menu makanan agar si kecil tidak bosan. Semisal si kecil selalu mengonsumsi bubur nasi, Bunda dapat membuat variasi menu dengan roti gandum, kentang, dan sebagainya. Selain si kecil menjadi tidak bosan, adanya variasi menu membuat si kecil semakin eksplor dengan jenis makanan yang beraneka ragam.

Gunakan bahan yang mudah didapat

Banyak Bunda berpikir bahwa makanan bayi harus dari bahan-bahan organik yang ada di supermarket. Padahal konsep dari MPASI adalah menggunakan bahan yang mudah didapat. Mungkin bahan pangan organik memang cenderung lebih higienis, karena lebih sedikit pestisida yang digunakan. Namun, Bunda tidak perlu memaksakan diri jika tidak ada waktu untuk pergi ke supermarket. Bunda tetap dapat memasak MPASI dengan kualitas sangat baik menggunakan bahan pangan yang mudah dicari di tukang sayur langganan, tentunya dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Membiasakan si kecil untuk mulai mengonsumsi makanan di luar ASI memang tidak mudah, karena banyak yang terasa asing di lidah si kecil mulai dari rasa dan tekstur. Bunda tak perlu khawatir apabila si kecil menolak mengonsumsi MPASI, makanan pertama si kecil sifatnya hanyalah pendamping, sehingga asupan si kecil yang utama tetap ASI. Hindari melakukan MPASI dengan memaksa dan memarahi si kecil, agar tidak menimbulkan efek trauma saat jam makan tiba.

Ketika memulai MPASI, perlu diketahui bahwa feses si kecil akan mengalami perubahan dari segi warna dan bentuk, bahkan beberapa bayi mengalami sembelit. Tak perlu khawatir karena hal itu normal terjadi, akan tetapi apabila sembelit berlangsung lama atau penuh lendir sebaiknya segera hubungi dokter.

Selamat mencoba Bunda!

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn