Siapkah Anak Menjadi Kakak Jelang Kelahiran Adik Bayi?

Bagi anak-anak yang kelak menjadi kakak, kecemburuan bisa terjadi saat adik bayi tampak lebih diperhatikan oleh Ayah dan Bunda. Terutama, jika Si Kecil masih balita. Maka, menjelang kelahiran, Ayah dan Bunda perlu persiapan agar anak dapat menjadi kakak terbaik bagi Sang Adik.

Kelahiran anak kedua, ketiga, dan seterusnya, akan membawa suasana yang semarak dalam keluarga. Namun, di balik kebahagiaan dan kebersamaan itu, ada sisi lain yang perlu Ayah dan Bunda kendalikan, agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. Mulai dari biaya hidup yang bertambah, tanggung jawab yang berlipat ganda, dan yang utama, keharmonisan keluarga.

Terkait poin terakhir, Ayah dan Bunda tidak hanya perlu kesiapan mental sebagai orang tua, melainkan juga berempati terhadap anak yang kelak menjadi kakak. Terlebih, jika Si Kecil masih berusia 2—8 tahun. Kecemburuan ketika perhatian Ayah dan Bunda terbagi sangat mungkin terjadi, sehingga Ayah dan Bunda perlu menyiapkan strategi dan pola asuh yang tepat untuk mengatasinya.

Lantas, bagaimana cara memberi pengertian dan mempersiapkan anak menjadi kakak? Berikut ini langkah-langkah yang perlu Ayah dan Bunda upayakan:

  • Mengamati sikap dan reaksi, ketika anak bertemu dengan bayi yang baru lahir dan interaksinya dengan anak yang lebih muda.
  • Membuka diskusi, dengan bertanya apakah ia mau memiliki adik dan pendapatnya tentang kehadiran bayi dalam keluarga.
  • Memberi pengertian pada anak, mengenai arti saudara dan cara menjadi kakak yang baik, dengan menggunakan contoh nyata di lingkaran sosialnya, baik keluarga, tetangga, atau teman. Ayah dan Bunda juga dapat memanfaatkan media seni, seperti film anak dan buku cerita.
  • Mengabarkan sedini mungkin, ketika Bunda telah positif hamil, dan memberi tahu bahwa Si Kecil akan segera menjadi kakak.
  • Membangun kesadaran anak, terhadap kehamilan Bunda, dengan memberi tahu bahwa di perut Bunda telah ada adik yang nanti akan menjadi teman. Biarkan pula Si Kecil menyentuh perut Bunda atau berbicara dengan calon adiknya.
  • Mengganti panggilan, dengan menambahkan “Kakak”, “Abang”, “Teteh”, atau semacamnya, untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kedewasaan, serta kesadaran akan peran dan tanggung jawabnya kelak.
  • Melibatkan anak secara aktif, dalam memantau perkembangan adiknya di masa kehamilan, seperti menyentuh ketika bayi mulai menendang, bersama-sama melihat hasil USG, mengajaknya saat pemeriksaan kehamilan, memilih nama, dan melakukan percakapan dengan bayi, untuk menumbuhkan kasih sayang sedari dini.
  • Biasakan anak bertemu bayi, dengan mengunjungi saudara atau teman yang baru saja melahirkan, dan beri pengertian tentang sikap terhadap bayi yang baru lahir.
  • Tanamkan pikiran positif tentang adik, dengan mengatakan bahwa mereka akan berteman, saling menyayangi, dan senang menghabiskan waktu bersama.
  • Hindari persepsi negatif, seperti perhatian yang terbagi, serta waktu dan tenaga Bunda yang terbatas untuk bermain karena kondisi kehamilan. Sebaliknya, bangun persepsi positif untuk menjadi teman bermain, kakak perlu membantu Bunda, serta kasih sayang Ayah dan Bunda tidak akan pernah berkurang.
  • Perlihatkan foto Si Kecil ketika bayi, dan bicarakan tentang adik yang akan terlihat lucu seperti dirinya.
  • Libatkan anak di masa persiapan, seperti membeli dan menyiapkan perlengkapan untuk bayi. Biarkan pula ia bermain dengan barang yang dibeli, namun ingatkan bahwa ia tengah meminjam dari adiknya.
  • Bangun atmosfer positif pasca kelahiran bayi, dan tunjukkan wajah yang bahagia, memberi sang kakak hadiah “dari adik”, dan ajak ia berfoto bersama.
  • Beri respon yang tepat, ketika Si Kecil mulai merasa tidak mendapat perhatian saat adiknya telah lahir. Abaikan apabila anak mencari perhatian dengan cara negatif, lalu minta ia melakukan hal yang baik untuk mendapat perhatian. Dan, usahakan untuk memeluk dan memberinya pujian ketika bersikap positif. Selain itu, beri pengertian bahwa adik bayi masih membutuhkan perhatian besar, sedangkan kakak telah tumbuh dengan baik dan lebih mandiri.
  • Selalu dampingi ketika Si Kecil bersama adik, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dan ajari Si Kecil cara yang baik memperlakukan adik bayi.

Satu hal yang perlu diperhatikan, dalam masa-masa adaptasi pasca kelahiran bayi, kerja sama antara Ayah dan Bunda menjadi sangat penting dan krusial. Di saat Bunda perlu menyusui dan merawat bayi dengan cukup intensif, maka Ayah perlu mengalokasikan waktu yang cukup besar untuk bermain bersama Si Kecil yang telah menjadi kakak.

Dengan begitu, seluruh anggota keluarga akan senang dan bayi pun merasa nyaman.

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email