fbpx

Tips ASI Lancar Secara Alami

Banyaknya produksi ASI menjadi prioritas utama bagi setiap Bunda yang sedang menyusui, karena ASI masih menjadi asupan nutrisi utama bagi si kecil. Bunda dapat melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi ASI, seperti meningkatkan frekuensi pemberian ASI, mengatur jadwal istirahat, dan mengonsumsi makanan bernutrisi baik.

Adanya kekhawatiran akibat kurangnya produksi ASI, biasa terjadi di awal-awal setelah masa persalinan. Padahal itu sangat wajar terjadi karena kapasitas lambung bayi ketika baru saja lahir memang masih sangat sedikit. Produksi ASI akan semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan si kecil.

Akan tetapi, terkadang memang ada beberapa Bunda yang memiliki masalah dengan tidak lancarnya ASI yang dihasilkan. Apakah Bunda salah satunya?

Perlu Bunda ketahui, terdapat banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperlancar ASI secara alami dan aman.

Tingkatkan Frekuensi Menyusui

Produksi ASI pada tubuh Bunda mengikuti prinsip supply dan demand, yang artinya tubuh akan memproduksi ASI sesuai dengan kebutuhan bayi. Bunda dapat menyusui si kecil setiap 2-3 jam sekali, sehingga payudara akan memberi sinyal kepada otak untuk terus memproduksi ASI sesuai dengan kebutuhan tersebut. Apabila Bunda rutin dan disiplin untuk terus meningkatkan frekuensi menyusui, maka dalam waktu 3-7 hari produksi ASI secara otomatis akan bertambah banyak.

Pompa ASI

Apabila situasi tidak memungkinkan Bunda untuk menyusui si kecil setiap 2-3 jam sekali, maka Bunda dapat melakukan pompa ASI. Sangat disarankan agar Bunda membuat jadwal memompa ASI sesering mungkin. Bunda tidak usah peduli banyaknya ASI yang dihasilkan, karena tujuan dari pompa ASI adalah memberikan rangsangan kepada payudara untuk terus memproduksi ASI. Sama seperti menyusui secara langsung, semakin sering Bunda memompa maka produksi ASI akan semakin meningkat.

Bersihkan Puting Susu dan Lakukan Pijatan

Memasuki kehamilan usia tri-semester akhir disarankan Bunda rajin membersihkan puting susu dan melakukan pijatan agar ASI dapat keluar dengan lancar. Bunda dapat membersihkannya dengan menggunakan baby oil sebelum mandi, atau dengan kapas yang telah dicelup ke air hangat saat sedang mandi. Kemudian, beri pijatan dengan gerakan lembut memutar searah jarum jam. Lakukan rutinitas ini setiap 2-3 hari sekali agar ASI lancar saat si kecil lahir.

Konsumsi Makanan Bernutrisi Baik

Tahukah Bunda? Perempuan yang sedang menyusui membutuhkan asupan tambahan kalori sebesar 500 kalori setiap harinya. Oleh karena itu, Bunda sebaiknya memenuhi kebutuhan kalori tersebut agar gizi si kecil juga tercukupi dengan baik. Selalu konsumsi makanan dengan nutrisi yang baik untuk semakin memperlancar ASI, seperti daun katuk, aneka sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, serta biji-bijian.

Tidur Cukup dan Hindari Stress

Salah satu permasalahan yang biasa dihadapi oleh para Bunda ketika si kecil baru saja lahir adalah kurangnya jam tidur yang berkualitas. Kurangnya kualitas tidur akan memengaruhi penurunan produktivitas ASI, atau bahkan dapat mengakibatkan ASI tidak keluar sama sekali. Selain itu, kurangnya jam tidur juga mengakibatkan emosi Bunda kurang stabil, sehingga dapat menyebabkan stress.

Saat si kecil sedang tidur, sebaiknya Bunda juga meluangkan waktu untuk tidur sejenak. Hindari aktivitas-aktivitas tambahan yang tidak perlu sementara waktu, karena waktu tidur Bunda menjadi prioritas saat ini. Bunda juga dapat mengatur dan membagi tugas dengan Ayah untuk begadang di malam hari, sehingga Ayah dan Bunda sama-sama memiliki waktu beristirahat yang cukup.

 

Meng-ASIhi merupakan salah satu tanggung jawab besar yang tidak hanya dimiliki oleh Bunda, tapi juga bagi Ayah. Sehingga, saling bantu dan kerjasama tim sangat diperlukan selama proses pemberian ASI. Bunda harus selalu memastikan asupan ASI bagi si kecil terpenuhi, sedangkan Ayah berada di samping Bunda untuk setia mendampingi.

Beberapa tips di atas dapat Bunda lakukan untuk memperlancar ASI secara alami. Akan tetapi ingat, dukungan moral dan support dari orang-orang terdekat, terutama suami, menjadi salah satu faktor penting agar Bunda dapat meng-ASIhi dan memberikan yang terbaik bagi si kecil.

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn