fbpx

Stimulasi Tepat untuk Si Kecil Usia 2-3 Bulan

Memasuki usia 2 bulan, kemampuan motorik si kecil akan berkembang karena pertumbuhan fisik yang semakin kuat. Supaya perkembangan si kecil semakin optimal, tahukah Bunda ada beberapa latihan motorik yang bisa dilakukan?

Perkembangan bayi usia 2-3 bulan ditandai dengan kemampuan melakukan gerakan-gerakan sederhana, seperti tersenyum, mengangkat kepala, berguling, mencengkram, menendang-nendang. Selain itu, di usia ini si kecil juga sudah dapat mengenali wajah dan warna.

Oleh karena itu, aktivitas yang diberikan tidak hanya bertujuan untuk menghibur dan bonding, tapi juga untuk menstimulasi agar perkembangan si kecil dapat tercapai secara maksimal, baik mental maupun fisik. Yuk ketahui beberapa aktivitas yang bisa dilakukan untuk menstimulasi perkembangan si kecil.

  1. Bermain sambil tengkurap
    Menjelang usia 2 bulan menuju ke 3 bulan Bunda dapat mengajak si kecil untuk bermain sambil tengkurap, atau biasa dikenal dengan tummy time. Letakkan si kecil di dada atau pangkuan Bunda ketika melakukan tummy time, tapi segera akhiri sesi tummy time jika si kecil sudah mulai rewel. Fungsi dari tummy time adalah untuk memperkuat anggota tubuh si kecil yang bergerak, termasuk melatih kontrol pada kepala dan badan.
  2. Ajak berkomunikasi
    Meski belum terdengar jelas, si kecil di usia 2 bulan sudah bisa mengoceh. Hal ini menunjukkan kemampuan berkomunikasi si kecil sudah mulai tampak. Bunda dapat mengajaknya bercerita, bernyanyi atau membacakan dongeng. Selain itu, Bunda juga sebaiknya memberi respon saat si kecil mengoceh, seperti memuji atau menirukan suaranya menggunakan kata-kata yang benar. Stimulasi ini berguna untuk melatih kemampuan bahasa dan komunikasi si kecil.
  3. Menunjukkan ragam ekspresi yang berbeda
    Penglihatan bayi usia 2-3 bulan sudah mulai fokus dan mampu mengenali wajah, serta membedakan ekspresi muka yang dilihatnya. Maka berikan stimulasi dengan menunjukkan ekspresi wajah yang berbeda-beda ketika si kecil sedang melihat Bunda. Sangat disarankan agar Bunda banyak tersenyum dan tertawa saat bersama si kecil, karena dapat membuatnya merasa nyaman, senang dan semakin memperkuat bonding antara Bunda dengan si kecil.
  4. Pijat bayi
    Selain berfungsi untuk bonding dan menenangkan si kecil saat sedang rewel, ternyata pijat bayi juga bermanfaat untuk stimulasi pada si kecil. Pijat bayi dapat membantu si kecil mengenali anggota tubuhnya dan belajar bagaimana tubuhnya dapat bergerak melalui pijatan yang Bunda berikan.
  5. Perkenalan tekstur dan warna
    Usia 2-3 bulan merupakan fase si kecil mulai tertarik mengeksplorasi dan belajar lebih banyak tentang sekitarnya. Si kecil akan mulai tertarik memperhatikan benda-benda yang ada di sekitarnya, seperti warna dan tekstur. Bunda dapat memberikan stimulasi dengan meletakkan berbagai macam benda dengan ragam tekstur yang berbeda di dekat si kecil, contoh benda dengan permukaan kasar dan halus.
    Benda yang diberikan juga sebaiknya memiliki aneka ragam warna yang mencolok, sehingga si kecil dapat belajar mengenali warna sekaligus. Tidak hanya mengenalkan bayi terhadap lingkungan sekitarnya, stimulasi ini juga membantu si kecil mengembangkan kemampuan motorik dan bahasanya.

Perlu diingat setiap bayi memiliki kemampuan perkembangan yang berbeda-beda, sehingga Bunda tidak perlu khawatir membandingkan si kecil dengan bayi lainnya. Saat Bunda memberikan stimulasi dan si kecil mampu merespon dengan baik, maka tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan.

Selain itu, berikan stimulasi secukupnya dan berhenti ketika si kecil sudah rewel merasa lelah. Hindari perasaan ambisi dalam diri Bunda, sehingga memaksakan diri untuk terus memberi si kecil stimulasi tanpa memerhatikan waktu istirahatnya.

Selamat mencoba ya Bunda!

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn