Ibu Hamil Minum Soda, Aman atau Berbahaya?

Minum soda ketika hamil berpotensi menimbulkan bahaya, jika dikonsumsi dalam takaran yang berlebihan. Meski tidak menjadi pantangan mutlak, ada baiknya ibu hamil berhati-hati dalam memilih asupan dan mengutamakan janin yang tengah berkembang. Ingat, ada dampak buruk yang mengintai lho, Bunda.

Ketika matahari sedang terik-teriknya, minuman bersoda tampak begitu menggoda untuk melepas dahaga. Minuman bersoda juga sering kali masuk dalam paket hidangan favorit di restoran cepat saji. Meski tergolong makanan yang kurang sehat, dalam kondisi tubuh normal, bisa jadi bukan masalah berarti.

Tapi, bagaimana jika sedang hamil? Apakah aman bagi janin dalam kandungan?

Wah, naluri Bunda tentu memberi sinyal waspada, ya. Ada janin mungil dan rapuh yang tengah menggantungkan hidupnya pada Bunda. Dengan demikian, segala asupan akan sangat memengaruhi tumbuh kembang dan kondisi janin di dalam rahim.

Namun, Bunda perlu menyadari satu hal. Meski terdapat perubahan fisiologis dan psikologis yang cukup signifikan, kehamilan bukan suatu penyakit yang perlu Bunda khawatirkan. Kehamilan merupakan kondisi normal dan sehat yang perlu Bunda rayakan.

Jadi, tidak perlu risau berkepanjangan, hingga merasa tidak nyaman dengan kondisi kehamilan. Bunda hanya perlu lebih mawas diri dan membiasakan pola hidup sehat, agar dapat menjadi teladan yang baik bagi calon buah hati tercinta. Apabila sangat ingin minum soda, boleh saja. Tapi … ingat, dalam takaran yang berlebihan, minum soda ketika hamil dapat memberi efek negatif, yaitu:

  1. Risiko cacat lahir

Soda dan beberapa produk minuman instan lainnya, kerap menggunakan pemanis buatan yang populer dengan sebutan aspartam. Kabar buruknya, ada penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi aspartam pada ibu hamil berpotensi meningkatkan risiko cacat pada bayi yang lahir. Meski poin ini masih berada dalam lingkup penelitian, ada baiknya Bunda berhati-hati dan lebih cermat dalam melihat komposisi suatu produk.

  1. Kenaikan berat badan

Kita tidak dapat menyangkal fakta, bahwa soda mengandung kadar gula dan kalori yang terbilang sangat tinggi. Salah satu dampaknya, tentu pada kenaikan berat badan ibu hamil. Dalam angka yang wajar, pertambahan berat badan selama kehamilan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, berat badan ibu hamil yang terus melonjak, ternyata beriringan dengan peningkatan risiko diabetes gestasional, tekanan darah tinggi, keguguran, bayi kelebihan berat badan, dan kelahiran prematur.

  1. Menghambat perkembangan motorik anak

Konsumsi gula dalam dosis tinggi selama masa kehamilan, dapat berefek negatif bagi perkembangan janin. Maka, soda tidak disarankan bagi ibu hamil, karena kadar gula yang sangat tinggi dapat mengganggu perkembangan motorik halus pada anak. Lebih dari itu, ibu hamil yang mengonsumsi gula secara berlebihan dari aneka makanan dan minuman, juga berpotensi melahirkan anak dengan ingatan yang lemah dan keterampilan problem solving yang kurang baik.

  1. Kurang kalsium

Ada baiknya, ibu hamil menghindari atau meminimalisir konsumsi soda, kopi, dan berbagai minuman dengan kandungan kafein yang tinggi. Karena, kafein dapat menghambat penyerapan kalsium, yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil. Kekurangan kalsium dapat menimbulkan gejala pegal-pegal selama hamil dan dalam jangka panjang, bisa meningkatkan risiko osteoporosis. Selain itu, dapat terjadi peningkatan kadar timbal dalam darah, yang berpotensi menganggu perkembangan otak janin.

  1. Risiko berat lahir rendah

Dapat dikatakan, kafein bukanlah sahabat yang baik bagi ibu hamil. Masih berkaitan dengan kadar kafein yang tinggi pada soda. Dalam dosis yang berlebihan, kafein dapat menembus hingga plasenta dan memengaruhi tumbuh kembang janin. Dengan demikian, terdapat peningkatan risiko cacat pada bayi atau lahir dengan berat badan rendah.

Bagi seorang ibu, pastinya anak menjadi pertimbangan utama atas segala sesuatu, bukan? Maka, Bunda sebaiknya menahan diri untuk tidak tergoda dengan iming-iming kesegaran dari minuman bersoda. Masih ada kok, minuman sehat yang lebih segar, lezat, dan berdampak positif bagi perkembangan janin dalam kandungan. Misalnya, jus buah, susu, atau air kelapa.

Dan, bagian yang terpenting, aktif berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mengetahui kondisi janin dan ragam asupan harian yang disarankan ya, Bunda.

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email