Anak Sulit Tidur? Begini Cara Mengatasinya!

Untuk mendukung tumbuh kembang mereka, anak-anak membutuhkan waktu tidur yang lebih panjang dibandingkan orang dewasa. Maka, Ayah dan Bunda wajib tahu durasi dan waktu tidur yang Si Kecil perlukan, serta cara membentuk pola tidur anak sejak usia dini.  

Anak-anak begitu senang dan bersemangat mengeksplorasi hal-hal baru yang mereka jumpai. Bagi bayi, balita, dan anak-anak, setiap hari menyimpan berbagai petualangan yang menarik untuk ditelusuri. Namun, meski bersifat positif, spirit tersebut ada kalanya membuat mereka mengabaikan rasa lelah dan lupa untuk beristirahat.

Padahal, Ayah dan Bunda tentu sepakat, bahwa tidur memiliki peran penting bagi tumbuh kembang anak. Pada usia dini, tidur menjadi kebutuhan pokok yang amat krusial untuk merestorasi tubuh dan energi. Para ilmuwan pun menyatakan, bahwa ketika tidur, kita tidak sepenuhnya menjadi pasif. Selama tertidur, otak kita akan memfilter dan mengolah informasi, melakukan pemecahan masalah, dan menjalankan berbagai reaksi kimiawi.

Karena itulah, balita dan anak-anak memerlukan waktu tidur yang lebih panjang dibandingkan orang dewasa, yaitu:

  • Usia 0—2 bulan: 15—16 jam, sekitar 8 jam tidur siang dan 8 jam tidur malam.
  • Usia 3—11 bulan: 13—15 jam/hari, sekitar 4—5 jam tidur siang dan 9—10 jam tidur malam.
  • Usia 1—2 tahun: 11—14 jam/hari, sekitar 2—4 jam tidur siang dan 9—10 jam tidur malam.
  • Usia 3—5 tahun: 10—13 jam/hari, sekitar 2—3 jam tidur siang dan 8—10 jam tidur malam.
  • Usia 6—13 tahun: 9—11 jam/hari, sekitar 1—3 jam tidur siang dan 8—9 jam tidur malam.

Apabila Si Kecil enggan tidur siang, atau bahkan mengalami insomnia, Ayah dan Bunda harus segera menggali penyebab dan mencari solusinya. Karena, kurang tidur pada anak dapat berlanjut menjadi masalah yang lebih serius, antara lain:

  • Tubuh menjadi lemah dan mudah lelah.
  • Menghambat kemampuan berpikir.
  • Sulit mengendalikan emosi.
  • Meningkatkan risiko obesitas.
  • Gangguan dalam tumbuh kembang.

Berdasarkan penelitian, gangguan tidur dapat terjadi akibat orang tua kerap membiarkan anak begadang dan tidak mengatur jadwal tidur anak sejak dini. Namun, ada pula faktor-faktor lain yang dapat menjadi penyebab gangguan tidur pada anak, antara lain:

  • Stres, atau kondisi psikologis yang kurang sehat akibat permasalahan dalam keluarga, pertemanan, atau lingkungan sekolah.
  • Ketakutan, karena kondisi kamar yang gelap atau trauma dengan mimpi buruk.
  • Kelebihan kafein, dari cokelat, teh, soda, atau kopi.
  • Obat-obatan, yang umumnya dikonsumsi untuk mengatasi masalah tertentu, seperti ADHD.

Nah, setelah mengetahui faktor penyebab gangguan tidur pada anak, Ayah dan Bunda harus segera ambil tindakan. Berikut ini cara-cara yang cukup efektif untuk mengatasi kondisi bayi dan anak yang sulit tidur:

  • Terapkan jadwal tidur sejak bayi, dan latih anak untuk tidur tanpa bantuan, agar tubuh mereka dapat menyesuaikan diri dengan waktu beristirahat.
  • Meningkatkan aktivitas di pagi hari, terutama di luar ruangan.
  • Mengamati tanda-tanda mengantuk dan lelah pada bayi atau anak, lalu mengajak mereka beristirahat.
  • Bangun rutinitas atau kebiasaan baik sebelum tidur, seperti menyikat gigi, mencuci kaki, berganti baju, dan berdoa.
  • Kondisikan kamar anak menjadi lebih nyaman untuk tidur, dengan meredupkan cahaya, memberi wewangian relaksasi, merapikan tempat tidur, mengatur suhu, dan menjauhkan barang-barang elektronik, seperti televisi dan gawai.
  • Berkomunikasi dengan anak terkait alasan ia sulit untuk tidur, seperti ketakutan, kekesalan, atau kecemasan, kemudian tentukan solusi bersama.
  • Mengatur jenis, porsi, dan waktu makan sebelum tidur, seperti menghindari konsumsi cokelat, teh, atau soda, dan makan malam 3—4 jam sebelum waktu tidur.

  • Oleskan krim telon beraroma lembut yang menenangkan dan dapat membuat kulit menjadi lebih nyaman, seperti Bebe Roosie Telon Cream.
  • Apabila tidur anak terganggu dengan gangguan nyamuk, oleskan Bebe Roosie Bugs Repellent yang diformulasikan khusus dengan bahan alami untuk menghindari gigitan serangga, sekaligus menjaga kelembaban kulit anak.

Namun, kendati Ayah dan Bunda harus mengutamakan kemandirian anak dalam beristirahat, ada kalanya mereka ingin ditemani dan butuh bantuan untuk merasa nyaman, terutama pada usia 0—6 bulan atau ketika anak mengalami suatu masalah. Untuk itu, Ayah dan Bunda dapat melakukan beberapa upaya untuk membuat anak lebih cepat tertidur, antara lain:

  • Membacakan buku cerita.
  • Memijat lembut.
  • Memberi pelukan atau sekadar menyentuh kepala, lengan, perut, atau punggung tangan.
  • Bersenandung.
  • Memberikan ASI atau memasang bedong pada bayi.

Dengan cara-cara di atas, apakah Ayah dan Bunda berhasil membuat Si Kecil tertidur? Atau, Ayah dan Bunda memiliki cara lain yang lebih efektif?

Yang terpenting, Ayah dan Bunda juga jangan sampai lupa beristirahat, ya!

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email