Agar Anak Mau Makan Sayur, Terapkan 8 Trik Ini!

Kandungan nutrisi dalam sayuran amat penting bagi tumbuh kembang anak. Namun, sayang sekali, fenomena anak sulit makan sayur telah menjadi problematik umum bagi para orang tua. Untuk menyiasatinya, Ayah dan Bunda perlu lebih kompak menerapkan berbagai trik jitu, agar anak lahap makan sayuran.

Dalam kehidupan sehari-hari, terutama di dunia parenting, ekspektasi kerap berbenturan dengan realitas yang terjadi. Ada kalanya, Bunda begitu bersemangat sejak pagi. Berbelanja sayuran segar, memasak sup hangat dengan penuh kasih sayang, lantas menyajikannya bersama limpahan cinta, dengan harapan anak melahapnya dengan hati yang bahagia.

Namun, apa yang terjadi? Ketika melihat potongan wortel, buncis, dan jamur, anak malah cemberut, menolak makan, dan meminta daging olahan. Kecewa? Tentu. Kesal? Wajar saja.

Tapi, Ayah dan Bunda tidak boleh putus asa. Jangan terbawa emosi, bersikap otoriter, membuat drama, atau berlarut-larut menekuri sup hangat yang kian mendingin. Tetaplah menjaga kejernihan pikiran, agar anak tidak memberontak, trauma, hingga menyimpan kebencian dan rasa takut berkepanjangan.

Justru, jadikan perkara satu ini sebagai momentum untuk membangun kerja sama di antara Ayah dan Bunda. Ingat, jangan menyerah dan memberi anak makanan yang kurang sehat, ya. Dalam sayuran, terkandung aneka nutrisi esensial yang sangat penting bagi tumbuh kembang dan kecerdasan anak.

Coba deh, Ayah dan Bunda terapkan 8 trik ini, agar anak lahap makan sayuran:

  1. Memberi teladan yang baik

Perlu Ayah dan Bunda sadari sepenuhnya, bahwa anak-anak laiknya cermin. Mereka meniru segala yang mereka lihat dari orang tuanya. Maka, satu teladan, jauh lebih berarti dari seribu kata-kata bujukan. Apabila Ayah dan Bunda ingin anak lebih bersemangat makan sayuran, tunjukkan pada mereka bahwa Ayah dan Bunda juga menyukai sayuran dan memakannya dengan antusias. Bangun kebiasaan makan sehat di rumah agar anak lebih familiar dengan aneka sayuran.

  1. Melibatkan anak ketika memilih sayuran

Ajak anak ke pasar atau pusat perbelanjaan saat Ayah dan Bunda hendak membeli sayuran. Keterlibatan sejak awal proses, akan memicu semangat anak untuk memakan sayuran yang dihidangkan. Selain itu, proses memilih sayuran dapat memberi dampak positif, berupa ketertarikan anak terhadap aneka sayur, membangun kepercayaan diri anak, dan mengasah keterampilan dalam menentukan pilihan.

  1. Memberi pengertian tentang manfaat sayuran

Jangan meremehkan rasionalitas anak. Mereka juga mampu berpikir kritis dan menerima alasan yang masuk akal. Maka, cobalah menjelaskan manfaat makan sayuran dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Misalnya, agar tidak pilek, agar kuat berlari, atau menjadi hebat seperti tokoh atau karakter favorit mereka.

  1. Mengajak anak terlibat saat mengolah sayuran

Libatkan anak ketika mengolah sayur, mulai dari mengeluarkannya dari tas belanja, mencuci sayuran, hingga memasukkan potongan sayur ke dalam panci. Dengan menyaksikan dan terlibat langsung dalam proses pembuatannya, anak cenderung lebih tertarik untuk mencicipi hasil masakannya sendiri.

  1. Mengasah kreativitas anak

Berkreasi dengan bahan makanan akan menjadi permainan yang seru bagi anak. Gunakan cetakan berbentuk hewan atau geometri untuk menyulap sayuran menjadi makanan yang unik dan menarik. Ayah dan Bunda juga dapat meminta anak menghias sepiring nasi goreng dengan potongan sayur-sayuran untuk membentuk sebuah wajah, lengkap dengan rambut keriting hijau dari brokoli atau rambut merah dari serutan wortel.

  1. Memadukan sayuran dengan makanan favorit

Berdamailah jika anak lebih menyukai sosis, bakso, pizza, atau nugget. Padukan saja makanan favorit mereka dengan beragam sayur, agar sedikit demi sedikit mereka terbiasa dengan rasa sayur-sayuran. Misalnya, memanggang pizza dengan topping sosis, keju, ditambah jamur, pipilan jagung, dan wortel, atau membuat nugget sendiri dengan campuran sayur di dalamnya.

  1. Makan bersama teman

Umumnya, anak akan lebih antusias melakukan sesuatu jika bersama teman atau saudaranya. Maka, ajak anak lain untuk main dan makan bersama, dengan menu sayur warna-warni yang sekiranya dapat mereka sukai. Dengan demikian, rasa enggan anak-anak akan beralih menjadi kesenangan, dan bisa saling memberi motivasi untuk menghabiskan sayuran mereka.

  1. Apresiasi ketika anak mau makan sayuran

Hindari kemarahan yang dapat membuat anak memberontak, atau terpaksa makan dengan penuh kesedihan. Alih-alih otoriter, lebih baik Ayah dan Bunda ekspresikan kasih sayang, pujian, dan rasa senang, yang dapat memancing semangat anak. Meski anak hanya mencicipi sedikit sayuran, berikan apresiasi hingga mereka terpacu untuk makan lebih banyak lagi.

Yang utama, Ayah dan Bunda tidak boleh menyerah hingga anak dapat memenuhi porsi harian mereka, ya. Setidaknya, setiap hari, anak di usia 4—8 tahun perlu asupan sayur sekitar 2—4 porsi. Untuk memenuhi ini, Ayah dan Bunda dapat berkreasi dengan berbagai olahan, seperti jus wortel, semangkuk brokoli rebus, serutan wortel, ubi rebus, secangkir bubur kacang hijau, atau jasuke a.k.a jagung susu keju. Stay creative, parent!

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email