5 Peran Penting Ayah bagi Tumbuh Kembang Anak

Ayah yang cerdas dan bertanggung jawab, wajib sigap membantu Bunda dalam mengurus dan mendidik anak. Karena, kehadiran sosok Ayah memiliki pengaruh krusial pada perkembangan fisik dan mental anak, bahkan, sejak dalam kandungan.

Tidak ada yang dapat menggantikan hak istimewa Bunda dalam mengandung, melahirkan, dan menyusui. Namun, bukan masanya lagi para Ayah hanya sibuk bekerja, dan tidak peduli pada urusan rumah tangga. Para Ayah cerdas dan modern, justru tengah giat mempelajari ilmu parenting, karena sadar akan peran mereka yang amat penting bagi tumbuh kembang anak.

Di Indonesia, kesadaran massal ini bahkan semakin absah dengan hadirnya buku-buku parenting populer, seperti Catatan Ayah ASI dan Tentang Anak, besutan ayah-ayah kekinian yang eksis di media sosial. Prinsipnya, mencari nafkah dan sibuk di luar rumah bukan lagi alasan untuk mengesampingkan tanggung jawab dalam memberi perhatian dan memenuhi kebutuhan anak. Karena, Ayah terbaik sangat paham, bahwa setidaknya ada 5 peran krusial Ayah bagi tumbuh kembang anak, yaitu:

  1. Ayah sebagai pelindung

Setiap Ayah memiliki naluri untuk melindungi seluruh anggota keluarga, baik secara fisik maupun mental. Maka, kehadiran sosok Ayah yang perhatian dan penyayang, akan memberi rasa aman dan nyaman di hati anak. Perasaan positif tersebut, akan membantu mereka bersikap tenang dan bisa belajar lebih optimal.

Jadi, peran “pelindung” bukan hanya tentang orang jahat atau premi asuransi, ya. Sebagai kepala keluarga, Ayah wajib menjalin komunikasi dan interaksi yang baik untuk melindungi anak secara emosional. Tapi, tentu saja, Ayah juga harus berada di garda terdepan ketika anak tengah membutuhkan bantuan moral dan material.

  1. Ayah sebagai teman bermain

Umumnya, Bunda unggul dalam menggunakan motorik halus dan bersikap lebih anggun. Nah, agar tumbuh kembang anak semakin sempurna, Ayah perlu mengajak anak-anak melakukan permainan seru yang mengandalkan kekuatan fisik atau motorik kasar. Selain menyalurkan energi, menguatkan otot dan tulang, serta melatih koordinasi tubuh, Ayah juga dapat mengajarkan nilai-nilai keadilan dan sportivitas dalam bermain. Selain itu, melalui permainan, Ayah juga dapat mengenalkan pengetahuan dan keterampilan umum lainnya, seperti elektronika, otomotif, olahraga, atau bidang lain, sehingga anak menjadi lebih eksploratif dan kreatif.

  1. Ayah sebagai figur teladan

Anak perlu keteladanan yang paripurna, dari sosok Bunda dan sosok Ayah. Sehingga, anak dapat mengetahui dan mempelajari perbedaan fitrah dan sikap di antara laki-laki dan perempuan. Dalam hal ini, Ayah perlu menjadi figur yang baik, untuk menanamkan nilai-nilai penting dalam kehidupan, seperti kejujuran, determinasi, kedisiplinan, ketegasan, pantang menyerah, tanggung jawab, pembagian peran, dan sebagainya. Dari Ayah, anak laki-laki maupun anak perempuan juga akan melihat figur “laki-laki sejati” yang kelak akan berpengaruh pada persepsi dan ekspektasi mereka terhadap lawan jenis.

  1. Ayah sebagai pembimbing

Berbeda dengan perempuan yang cenderung emosional atau dominan perasaan, jalan pikiran Ayah lebih rasional dan mengutamakan logika. Dengan demikian, melalui bimbingan dan pelajaran yang baik dari Ayah dan Bunda, anak akan mampu berpikir lebih seimbang dan bijaksana dalam bersikap atau menilai suatu hal. Sebagai imam, Ayah juga perlu membimbing dan menjadi contoh bagi seluruh anggota keluarga dalam mengenal ilmu agama, dan mengajarkan tentang hubungan antara manusia, lingkungan, dan Tuhan Pencipta Alam.

  1. Ayah sebagai pelengkap hidup

Segala hal diciptakan berpasang-pasangan. Dengan kehadiran dan perhatian dari Ayah dan Bunda, anak akan merasa lengkap dan genap. Tidak ada kepingan yang hilang. Kehidupan terasa lebih utuh, sehingga anak akan tumbuh menjadi figur yang percaya diri dan mampu meraih beragam prestasi.

Jadi, apabila selama ini Ayah tidak sempat bermain dengan anak karena merasa terlalu lelah bekerja, cobalah sesekali relaksasi dan rekreasi melibatkan anak-anak. Sadari peran Ayah yang begitu krusial, dan jadilah Ayah hebat yang mereka rindukan.

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email